Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hikmah Covid 19 di Bulan Ramadhan: Pria ini dapat Berkumpul dengan Keluarganya

Bandara Hang Nadim, Batam 2020 (transit)
Bandara Hang Nadim, Batam 2020 (transit)

Jum’at, 20 Maret 2020

Ketika itu saya masih berada di Kota Surabaya, terdengar berita mengenai covid 19 di berbagai media, bahkan sudah dinyatakan zona merah dan juga info dari kampus tempat saya belajar juga sudah libur sampai akhir semester genap. Melihat situasi dan kondisi saat itu, saya langsung bergegas untuk persiapan pulang ke tempat asal saya, bukan karena takut atau melarikan diri, namun jikalau saya berada disana juga enggak ngapa-ngapain (haha)

Sabtu, 21 Maret 2020

H+1 setelah dinyatakan zona merah, sayapun telah membeli tiket kepulangan dan berangkat di hari Sabtu, 21 Maret 2020. Terlihat suasana sudah mulai berkurang daripada biasanya, malah lebih ramai orang pada pergi meninggalkan kota Surabaya kala itu. Satu per satu kami diperiksa saat chek in dan Alhamdulillah saya baik-baik saja. Rasa takut ketika dalam perjalanan itu memang ada, bisa jadi kita tertular oleh orang-orang sekitar, namun begitu, saya tetap waspada untuk tidak bersentuhan agar selamat.

Setibanya di bandara Kualanamu Medan, terlihat ramai orang-orang pada balik dari berbagai daerah terutama dari daerah yang sudah zona merah waktu itu, Jakarta dan Surabaya. Kebetulan saat saya sampai di Medan, berita tentang Covid 19 belum begitu blast di masyarakat, sehingga tidak ada pemeriksaan ketika sampai di Bandara.

Sesampainya dirumah, sayapun disambut dengan rasa was-was (kali aja ni anak bawa virus dari Surabaya, haha). Saya pun lalu mencuci tangan dan langsung masuk ke kamar (isolasi mandiri), dalam keheningan malam ketika itu saya berpikir, mungkin ada hikmahnya bagi sebagian orang dalam masa covid 19 ini, bagi saya sendiri saya dapat pulang setelah hampir 16 bulan tidak berjumpa orang tua, abang saya yang kebetulan bekerja di Negeri seberang pulang ke Indonesia karena Istrinya melahirkan, tidak lama terdengar kabar Covid 19, negeri tempat dia bekerja langsung mengeluarkan kebijakan Lock Down, alhasil abang saya tetap di rumah bersama buah hatinya beserta Istrinya dan teman kuliah saya yang kebetulan baru selesai melahirkan, dengan adanya covid 19 ini, kampus ditutup dan perkuliahan dilaksanakan dirumah, ini menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang.

Namun begitu, apapun cobaan/musibah yang tengah terjadi, pasti dan memang pasti ada hikmah dan keberkahan tersendiri, makanya Allah befirman “…Afala ta’kiluun (maka tidakkah kamu memahaminya?)…, dan Afala tatafakarun (maka apakah kamu tidak memikirkannya?)…”


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Stabat, 24 Mei 2020
Rahmatullah
Rahmatullah Hidup Hanya Sekali

4 komentar untuk "Hikmah Covid 19 di Bulan Ramadhan: Pria ini dapat Berkumpul dengan Keluarganya"

  1. saran gan lebih baik di rumah ikuti aturan pemerintah agar kesehatan diri dan masyarakat sekitar terjaga

    BalasHapus
  2. Orang Medan atau orang Surabaya kak? Saya pernah dua kali ke Surabaya, pertama kali turun dari bandara saya takjub banget. Ramah-ramah banget orangnya, khas dengan logat Jawa Surabaya-nya.

    Saya takjub karena kalo di tempat saya Palembang, berbanding terbalik karena kalo di tempat saya itu logatnya tegas gitu malah temen saya banyak bilang kasar >.<

    Terus saya pernah juga ke Medan sekali di tahun 2018 kalo gak salah. Logatnya beda juga, taulah khasnya orang medan hehehe

    Asyik sih pas kuliah kemaren suka pergi ke kampus orang2 buat lomba😅

    Sekarang masih ngampus, cuman fokus skripsi ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya asli Medan kak, cuman kebetulan sekarang udah balik lagi ke surabaya untuk tugas akhir...

      wah, jauh juga jam terbangnya semasa kuliah ya, keren..

      semangat tugas akhirnya kak.. hehe

      Hapus